Postingan

Menampilkan postingan dengan label keikhlasan

BERGURU KEIKHLASAN

Gambar
gambar dari sini Madiun, Menyambut bulan Dzulhijah... (Copas dari grup whatsapp) Siti Hajar sempat bertanya yang sedikit bernada protes. Mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak bertuan. Seperti jamaknya dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberinya putra. Hajar mengejar Ibrahim AS, suaminya, dan menyeru dengan suara agak keras :  "Mengapa engkau meninggalkan kami disini, di sebuah tempat yang tidak ada orang bahkan tidak apa² ?" Ibrahim AS terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran. Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, "Apakah ini Perintah Allah Tuhanmu ?" Kali ini Ibrahim AS, Sang Khalilulloh, berhenti melangkah....

TUESDAY'S CORNER (tentang keikhlasan)

Gambar
bunga strawberry Madiun, Rasakan resahku, dan buat aku tersenyum Dengan canda tawamu walau untuk sekejap Karena hanya engkaulah yang sanggup redakan aku Sheila On 7-Buat Aku Tersenyum Jika aku berusaha memahami orang lain, tapi masih merasa sakit ketika orang lain tidak mampu memahamiku dan mengharapkan mereka bisa memahamiku juga....  Berarti, aku masih belum ikhlas... Jika aku mengatakan aku telah memaafkan orang lain, tetapi aku kembali mengungkitnya ketika ada yang bertanya tentang kesalahan yang orang lain perbuat padaku...  Berarti, aku masih belum ikhlas... Jika aku sudah berusaha, tapi ternyata masih kurang di mata orang lain dan aku merasa tidak dihargai....  Berarti, aku masih belum ikhlas... Jika aku menolong orang lain, tapi ketika aku memerlukan pertolongan tidak ada yang menolongku dan aku merasa tidak adil...  Berarti, aku masih belum ikhlas... Jika aku memberi, tapi masih kuingat dan merasa orang itu tidak tahu bala...