Postingan

Menampilkan postingan dengan label resensi

INTROVER

Gambar
Madiun, Aku tidak menyukai kesendirian, tapi aku menyukai ketenangan.... Introver , sebuah novel penggugat jiwa karya M.F Hazim , cetakan pertama Februari 2017, Alvabet . Buku dengan tebal 265 halaman ini cukup menarik perhatianku. Sebuah novel yang disuguhkan dengan cara berbeda. Sudut pandang orang pertama yang digunakan sang penulis mampu membuatku terbawa ke dalam dunia seorang introvert murni. Nawawi, seorang siswa SMA yang selalu duduk di pojok belakang kelas. Teman. Bagi remaja kebanyakan, mencari teman bukanlah sesuatu yang sulit. Di sekolah misalnya, kita bisa dengan mudah mendapatkan teman. Tetapi berbeda dengan Nawawi. Baginya, teman adalah sesuatu yang langka. Apa itu teman? Bahkan Nawawi yang kutu buku masih harus mencari banyak literatur untuk menjawab pertanyaan itu. Dia hanya tahu bahwa dia nyaman dengan dirinya sendiri. Tidak ada yang salah dengan tidak memiliki teman. Namun, dalam hati terdalam Nawawi juga ingin terlihat 'normal' seperti kebanyakan re...

ANAK RANTAU

Gambar
Merdekakan jiwa, merdekakan pikiran, dari penjajahan pribadi yang kita buat sendiri-sendiri dari amarah dan dendam maafkan, maafkan, maafkan lalu mungkin lupakan -Pandeka Luko- (Anak Rantau Hal. 263) Kali ini ingin sedikit membahas salah satu novel yang baru saja selesai kubaca. Anak Rantau karya A. Fuadi . Kenapa anak rantau? kenapa bukan novel yang lain? Alasannya sederhana, novel ini baru saja selesai kubaca jadi masih sedikit segar diingatan xD A. Fuadi, tentu sudah tidak asing lagi, penulis trilogi negeri 5 menara ini memang sangat sukses dengan karya-karya sebelumnya. Kali ini, A. Fuadi mengajak kita untuk kembali ke kampung halaman dengan buku setebal 370 halaman. Tidak terlalu tebal sebenarnya, namun harganya cukup fantastis. Buku terbitan Falcon publishing ini dibanderol dengan harga Rp90ribu (tanpa diskon). Alhamdulillah, aku dapat buku ini dengan harga yang lebih murah Rp72ribu dari seorang teman kantor yang sudah pre order sebelumnya ditambah tanda tangan pe...

SPAMMER

Gambar
Madiun, Selepas makan siang... Spammer ... Setelah akhir-akhir ini sempat dihebohkan oleh kabar ransomware wannacry yang cukup berefek juga karena harus memastikan PC maupun laptop kantor tidak terjangkiti dan telah terproteksi dengan baik, kali ini ingin membahas tentang salah satu buku yang pernah kubaca karya Ronny Mailindra "Spammer" cetakan pertama Juli 2016 penerbit Bentang Pustaka. Tahu apa itu spammer ? Spammer dapat diartikan sebagai orang yang melakukan kegiatan spamming . Apabila kalian pengguna email , tentu tidak asing dengan kata spam .  Ya, spam adalah email  sampah (dalam bahasa indonesia), email yang biasanya berisi iklan, penawaran, atau sejenisnya yang tidak menutup kemungkinan berupa penipuan. Jadi, spamming ini dilakukan dengan cara mengirim email junk ke alamat email secara acak. Biasanya spammer mendapatkan alamat email dengan banyak cara misalnya pertukaran sesama spammer , membeli dari situs-situs tertentu, virus worm , atau b...

BENCANA LISAN

Gambar
Madiun, Sembari menahan kantuk selepas makan siang... Kebiasaan.... Mumpung masih bisa ngeblog dan pekerjaan sudah 50% terselesaikan, kali ini ingin mengulas buku yang menurutku sangat bermanfaat dengan penyajian yang cerdas. Yups, judulnya 'Bencana Lisan' Belajar Akhlak Kepada Nabi by VBI_Djenggoten yang merupakan nama pena dari Veby Surya Wibawa. Buku setebal 184 halaman ini sangat bermanfaat bagiku, apalagi aku termasuk orang yang suka bicara (kalau sudah kenal). Buku ini berisi tentang hadist dan ayat Al-Quran yang membahas tentang bagaimana seorang muslim seharusnya menjaga lisan, dengan gaya bahasa yang segar dan tidak menggurui. Aku yang malas kalau disuruh membaca hadist, apalagi termasuk orang yang sulit memahami makna suatu hadist, sangat terbantu dengan adanya buku ini. Penyajiannya berupa komik dengan ilustrasi yang lucu karena karakter yang digambarkan tanpa leher dan unik, serta contoh yang diambil dari kehidupan sehari-hari sangat membantu dalam memahami ...

TIGA SANDERA TERAKHIR

Gambar
Madiun, Semangat dalam keterbatasan tiga sandera terakhir by brahmanto anindito Oke, kali ini memaksakan diri untuk mencoba mengupas tentang salah satu buku yang sudah berhasil ku khatam kan. Keinginan untuk menulis ulasan tentang buku-buku ini sebenarnya cukup besar, sayangnya tidak semudah yang kubayangkan. Lebih mudah menulis bebas tentang hal-hal di sekitarku. Buku yang sudah kubaca beberapa bulan silam ini, judulnya Tiga Sandera Terakhir karya Brahmanto Anindito. Sempat terputus di tengah jalan waktu membacanya gegara aku tertarik dengan buku lain. Kebiasaanku yang cepet bosan dengan sesuatu dan suka membaca beberapa buku sekaligus meskipun satu buku belum selesai kubaca. Akhirnya, aku memulai untuk melanjutkan membacanya saat hendak mudik sebagai teman di perjalanan. Aku tidak tahu kenapa, tapi menurutku buku ini agak kurang menarik pada awalnya. Tetapi setelah aku membacanya kembali, aku mulai tertarik dengan alur ceritanya. Buku ini diawali dengan kisah penyade...

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Gambar
www.goodreads.com Madiun, Setelah lelah membersihkan abu vulkanik dari Gunung Kelud Intermezo... Setelah kemarin selesai dengan Negeri Para Bedebah-nya Tere Liye, hari berikutnya nitip temen kantor yang kebetulan ke Gramedia buat beliin buku kedua yang berjudul Negeri Di Ujung Tanduk. Setelah sebulan lalu terakhir nulis di blog ini, akhirnya bisa juga menyempatkan waktu buat iseng kembali mengisi blog ini. Sebulan ini banyak banget kejadian yang pengen kutulis, tapi sepertinya kuurungkan karena aku sedang ingin menulis tentang resensi buku :D Yups, kali ini buku kedua bang Tere Liye juga udah abis kubaca dalam 5hari. Lumayan lama untuk buku yang memiliki ketebalan tidak seberapa. Kenapa lama? pertama, karena memang selain week end, aku susah sekali bisa menyempatkan baca. Setelah seharian di kantor liatin kompi dari pukul 7.30-17.00 itu bikin mata capek, alhasil saat sampai kos minat bacaku gak ada karena mataku udah lelah. Kedua, karena aku merasa buku ini membosankan. Cer...

NEGERI PARA BEDEBAH

Gambar
pic from www.goodreads.com Rabu ceria, Gerimis sejak pagi menyejukkan hati dan pikiran... Sudah lama pengen nulis tentang buku yang aku baca, tapi selalu lupa. Kali ini pengen mengulas tentang buku Negeri Para Bedebah karya Bang Tere Liye. Ini buku lama, udah sekitar tahun 2012 lalu aku belinya, tapi belum sempet baca dan akhirnya kesampaian baca setelah kemarin weekend pulang kampung. Bermula dari gue naik kereta ekonomi krakatau jurusan madiun-wates, karena yang namanya naik kereta ekonomi itu sakit banget dipunggung dan capek di p*****t serta bosan di dalam kereta yang notabene banyak banget orang yang naik, alhasil gue cari-cari novel diperpustakaan pribadi gue yang bisa ditenteng dikereta. Pilihan gue jatuh pada bukunya tere liye yang gue sendiri bahkan lupa pernah membelinya "Negeri Para Bedebah". Tertarik dengan judul bukunya, sudah bisa menebak pasti Tere Liye sangat kritis dalam tulisannya seperti biasa. Bab pertama, masih belum tertarik dengan ceritanya. T...