Postingan

Menampilkan postingan dengan label ibu

OASE #2

Gambar
  Desember 2018 "Selamat ya, kamu pulang kampung" teman-temanku memberiku ucapan selamat. Siang itu, aku yang tidak tahu apa-apa bertanya-tanya, pulang kampung?  "Wah, Tisa kamu mutasi ke Jogja loh. Seneng ya bisa pulang kampung, sesuai harapan," Sila dengan antusias memberiku ucapan selamat. Dan saat itu, aku baru paham kalau ternyata keputusan mutasi dari perusahaan keluar dan aku dimutasi ke Jogja, sebagaimana pilihanku untuk bisa kembali ke rumah. Rumah, ya rumah. Tapi ada hal yang mereka lupa, perusahaan tempatku bekerja bukanlah perusahaan yang menerapkan seorang karyawan untuk bisa tetap tinggal di satu tempat. Perusahaan ini memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia dengan sistem mutasi seluruh Indonesia. Artinya, jika aku dimutasi sekarang ke Jogja, aku hanya akan di Jogja beberapa tahun saja untuk selanjutnya aku akan mengalami banyak perjalanan mutasi lainnya. Senang? Ya, karena aku kembali ke rumah. Sedih? Ya, karena aku tidak ingin secepat ini kembali...

UNTITLED

Gambar
Madiun, Mencoba menjernihkan pikiran dengan menulis... "Berapa Bu?" aku mengakhiri sarapan pagi ini dengan memberikan hak sang penjual. Si Ibu tampak lama menghitung, padahal sebenarnya untuk sepiring nasi sayur dan tempe goreng ditambah es teh tawar dan kerupuk tidaklah memerlukan terlalu banyak waktu untuk berpikir. Aku memiliki perasaan yang tidak enak melihat si Ibu tampak ragu dan lama berpikir. Mungkin karena aku seminggu ini tidak mampir ke warung beliau, jadi beliau sedang mengkalkulasi total berapa harga yang harus kubayar karena mengabaikan masakan beliau seminggu ini. "Berapa Bu?" aku mengulangi pertanyaanku lagi. Dengan wajah masih bimbang beliau menjawab lirih, sangat lirih "Dua belas ribu mbak". Ir. H Djuanda Kartawidjaja tampak melihatku lewat kacamata beliau seolah menatapku tajam sembari membaca pikiranku waktu kuserahkan ke si Ibu. Setelah seorang Dr. GSSJ Ratulangi, tiga orang Dr. KH Idham Khalid, seorang Pangeran Antasari, dan s...

DELIA

Gambar
Madiun, Mencuri waktu di kantor... Maaf... "Aku akan sangat merindukanmu" aku memeluk Delia erat. Satu per satu teman-temanku juga melakukan hal yang sama. Delia tampak tersenyum, meskipun matanya berkaca-kaca. Hari ini adalah hari terakhir Delia di kantor. Delia memutuskan untuk resign . Keputusan yang bagiku sangat luar biasa. Sebelumnya, Delia sudah membicarakan hal ini denganku. Meskipun aku mendukung keputusannya, aku sendiri tidak yakin kalau aku bisa melakukan hal yang sama. Pada dasarnya, teori dan praktik tidaklah semudah kedengarannya. Siang itu, setelah makan siang, aku dan Delia bicara serius. Delia memberitahuku tentang keputusan untuk keluar dari pekerjaannya, dan kembali ke kampung halaman suaminya. Aku cukup terkejut, karir Delia cukup bagus. Suaminya juga memiliki pekerjaan yang diidamkan banyak orang. Bisa kubilang, kehidupan Delia dan suaminya adalah kehidupan yang menjanjikan. Kenapa mereka memilih untuk keluar dari pekerjaan mereka? Dan alasan...

TUESDAY'S CORNER

Gambar
pic from islamidia.com Madiun, Ramadhan kedelapanbelas You can't make yourself stop dreaming, Who you're dreaming of, If it's who you love, then it's who you love... (Who you love-John Mayer) Kamar ini tidak banyak berubah, sebuah tempat tidur ukuran 120 x 200 dengan dipan yang sudah dimakan rayap di kanan dan kiri. Sebuah lemari pakaian, rak buku, dan juga kaca setengah badan. Kubuka lemari kayu yang dari luar tampak masih sangat bagus, ada stiker princess yasmin di sudut kanan atas dan beberapa stiker bunga mawar merah, hanya ada beberapa pakaian saja, dan berjamur karena tidak pernah digunakan. Aku menutup lemari kayu dengan tinggi 120 cm ini, di atas lemari kayu ada beberapa barang yang sudah berdebu. Dua figura photo ukuran 2R bersanding dengan keranjang serbaguna warna hijau yang berisi sisir, penjepit rambut, potongan kuku, dan berbagai barang-barang yang juga berdebu. Disebelahnya lagi, ada tumpukan buku-buku yang tidak kalah berdebu dan kotor. Mes...

WEDNESDAY'S CORNER

Gambar
mb nini's birthday @bebek h. slamet Madiun, Obrolan selepas istirahat siang senin kemarin... Semangkuk mie instan dan segelas es good day vanilla latte menjadi pilihanku siang ini untuk menenangkan perutku yang sedari pagi minta diisi. Disamping mangkuk mie, ada kulit pisang rebus yang isinya sudah kumakan sebelum menyantap makan siangku. Ini tidak mengenyangkan bagiku, tentu saja, aku perlu nasi. Tetapi menu hari ini tidak menarik perhatianku. Ya sudahlah, yang penting perutku tidak memberontak.  "Hasil tes Lingga gimana Bu?" aku iseng bertanya pada ibu kantin tempat aku menikmati semangkuk mie instan T_T. Lingga adalah anak bungsunya yang baru lulus SMA dan sedang mengikuti ujian masuk universitas. " gak lolos mbak, temennya yang bareng tes gak ada yang lolos" ibu kantin duduk menungguku menghabiskan es kopi yang kupesan. "tahun depan dicoba lagi saja Bu, siapa tahu lolos" aku bicara mudah saja. "Kalau anaknya masih mau mbak, ...

WEDNESDAY'S CORNER

Gambar
Madiun, Selamat datang Februari, entah kenapa aku selalu menyukai bulan Februari... " Nok ( denok , panggilan untuk anak perempuan) kalau sedang kerja dan melayani orang, jangan galak-galak ya. Secapek apapun kamu, selelah apapun kamu, apalagi kalau sama orang yang lebih tua, jangan pernah sekalipun kamu membentak. Rendahkan suaramu, dan lebih sabar lagi" " nggih buk... Insyaallah... " "Bener loh nok , pokoknya jangan sampai kamu membentak orang tua, harus sabar, selelah apapun kamu hari itu, kamu harus sabar kalau bekerja, apalagi melayani orang lain" Percakapan via telepon ini masih kuingat jelas hingga detik ini. Salah satu percakapanku dengan ibuku. Aku kembali melihat pada diriku, sudah sejauh mana aku menerapkan apa yang dinasihatkan oleh orang tuaku. Jadi itu adalah percakapan yang terjadi setelah ibuku bercerita bahwa siangnya, ketika ibuku mengambil uang pensiun almarhum ayahku di bank, ada seorang pegawai bank yang membenta...

TUESDAY'S CORNER (Tentang Ibu)

Gambar
pic from http://msadventuresofmom.com/ Madiun, Alunan hujan yang menenangkan Alhamdulillah... Turunkanlah hujan yang membawa rahmat dan kebaikan.... Mungkin ini adalah tulisan pertamaku di tahun 2017. Waktu berlalu begitu cepat. Ini tentang ibuku, sosok wanita mungil nan cantik, dengan kelemahannya dan kekuatannya yang luar biasa. Ini tentang ibuku, sosok wanita pilihan ayahku menghabiskan seluruh sisa hidup beliau bersamanya. Ini tentang ibuku, sosok wanita sederhana dengan segala kelebihan dan kekurangannya.  Ibuku memang bukan sosok yang banyak memberiku inspirasi, sejak kecil aku lebih dekat dengan ayahku. Mungkin karena memang kebanyakan anak perempuan selalu dekat dengan ayah mereka, apalagi aku anak perempuan satu-satunya. Tapi ibuku adalah sosok wanita yang membuatku selalu menjadi kuat dan tangguh. Di depan ibuku, aku tidak akan pernah memperlihatkan kelemahanku. Aku selalu ingin menjadi kuat di depan ibuku, menjadi seorang yang selalu bisa beliau ...

LOTEK DAN IBU

Gambar
lotek Madiun, Menjelang pulang kantor... Karena kalau tidak kutulis, hanya akan hilang bersama cerita lainnya... Benar jika kita sering lupa bersyukur sebelum kita kehilangan. Yups, lotek. Tahu apa itu lotek? Lotek adalah salah satu makanan yang mudah dijumpai ketika kalian ke Yogyakarta, termasuk di kampung halamanku, Kulon Progo. Lotek, makanan sehat yang dibuat dengan cara sederhana. Sayuran yang direbus/dikukus, biasanya berupa bayam, kacang panjang, kol, atau sayuran lain sesuai selera dengan bumbu yang dibuat dari kacang tanah goreng, bawang putih, garam, sedikit kencur, dan gula merah diuleg bersama ditambah sedikit air. Bisa ditambahkan lontong/nasi jika mau. Sederhana sekali, tetapi rasanya selalu membuatku kangen. Dulu, aku tidak begitu suka lotek. Tentu saja karena bagiku tak ada yang istimewa dari lotek. Menjadi sangat berbeda ketika bertahun-tahun tidak makan lotek, berada di tanah orang, mencari makanan bernama lotek dan tidak menemukannya, akhirnya setiap pu...

SIMPLE

Gambar
"Langkah kecil itu berjingkat Satu... dua... tiga... Berbalik, berjingkat lagi... Berhitung... Sesederhana itu...." Sudah lama tidak menulis, akhirnya memiliki waktu untuk bisa istirahat sejenak dari hiruk pikuk rutinitas. Akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016 terlalu banyak kesibukan yang menyita perhatian. Flu, demam, batuk, dan berakhir diare yang membuatku tidak masuk kantor dua hari. Sungguh tak ada nikmat dari Allah swt yang terlewatkan. Bahagia. Sesederhana itu. Akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016 yang cukup complicated. Keluh kesah, uring-uringan , lelah lahir batin, candaan menjadi cacian, senyuman menjadi satu-satunya cara menepis semua perasaan. Bahagia. Sesederhana itu. Selalu ada hal-hal yang terlewatkan ketika hati dan pikiran kita tidak dalam kondisi yang baik. Tapi selalu ada keajaiban dari setiap kejadian. Mendekatkan karakter-karakter yang berbeda, menyatukan hati-hati yang terserak, mengakrabkan hubungan lebih dari sekedar ikatan darah. B...

DOMINO EFFECT

Gambar
Madiun, meet up w/ alumni Unmer Manajemen'10 Pandangan mata selalu menipu Pandangan akal selalu tersalah Pandangan nafsu selalu melulu Pandangan hati itu yang hakiki Kalau hati itu bersih pandangan mata-snada   (Part. 2) sebelumnya   part. 1 Aku lega, pertemuanku berjalan lancar. Klien juga tidak marah saat aku terlambat beberapa menit karena macet. Aku segera melajukan Lexus IS menuju kantor. Masih ada hal yang harus kuselesaikan di kantor. Sesampainya di kantor, kembali Allah swt membuktikan kuasa-Nya. “Di... dah denger kabar belom ?” Fanya teman kuliahku dulu yang juga bekerja di perusahaan ini menyapaku saat aku baru masuk ruanganku. “kabar apa Fan?” aku membetulkan posisi dudukku. Fanya mengambil kursi depan meja kerjaku. “Pak Fadan meninggal dunia” deg. Apa yang tengah Engkau rencanakan ya Rabb. “ innalillahi wa innaillaihirojiun . Kenapa Fan?” aku masih shock. “ceritanya tar aja di jalan. Buruan gih , ini orang-...