Postingan

Menampilkan postingan dengan label tere liye

THURSDAY CORNER #2

Gambar
Madiun, Apa itu penerimaan? Tolong beritahukan padaku.... Sebenarnya beberapa hari kemarin punya beberapa ide yang ingin kutulis. Tapi mood menulisku sedikit lemah akhir-akhir ini. Buntu. Baru setengah jalan, berhenti tak ada kata-kata yang bisa dirangkai.  Sekarang baru suka dengan kata-kata 'menerima'. Beberapa waktu lalu ada kalimat yang bagus dari buku Hujan karya Tere Liye (belum selesai kubaca, genre romance agak susah menarik minatku) ' Bukan melupakan yang jadi masalah. Tapi menerima. Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia '. Aku sangat suka dengan kalimat ini. Tere Liye ini entah sejak kapan mulai mencuri perhatianku dengan buku-bukunya, meskipun aku masih belum bisa menyukai jenis romance yang dia tawarkan. Terlalu drama, ftv, sinetron, atau apalah namanya :P. Namun di luar kisah cinta yang beliau tulis, aku suka dengan pemahaman hidup yang disampaikan. Sederhana.  Penerimaan, menerima, terima. Bagaimana k...

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Gambar
www.goodreads.com Madiun, Setelah lelah membersihkan abu vulkanik dari Gunung Kelud Intermezo... Setelah kemarin selesai dengan Negeri Para Bedebah-nya Tere Liye, hari berikutnya nitip temen kantor yang kebetulan ke Gramedia buat beliin buku kedua yang berjudul Negeri Di Ujung Tanduk. Setelah sebulan lalu terakhir nulis di blog ini, akhirnya bisa juga menyempatkan waktu buat iseng kembali mengisi blog ini. Sebulan ini banyak banget kejadian yang pengen kutulis, tapi sepertinya kuurungkan karena aku sedang ingin menulis tentang resensi buku :D Yups, kali ini buku kedua bang Tere Liye juga udah abis kubaca dalam 5hari. Lumayan lama untuk buku yang memiliki ketebalan tidak seberapa. Kenapa lama? pertama, karena memang selain week end, aku susah sekali bisa menyempatkan baca. Setelah seharian di kantor liatin kompi dari pukul 7.30-17.00 itu bikin mata capek, alhasil saat sampai kos minat bacaku gak ada karena mataku udah lelah. Kedua, karena aku merasa buku ini membosankan. Cer...

NEGERI PARA BEDEBAH

Gambar
pic from www.goodreads.com Rabu ceria, Gerimis sejak pagi menyejukkan hati dan pikiran... Sudah lama pengen nulis tentang buku yang aku baca, tapi selalu lupa. Kali ini pengen mengulas tentang buku Negeri Para Bedebah karya Bang Tere Liye. Ini buku lama, udah sekitar tahun 2012 lalu aku belinya, tapi belum sempet baca dan akhirnya kesampaian baca setelah kemarin weekend pulang kampung. Bermula dari gue naik kereta ekonomi krakatau jurusan madiun-wates, karena yang namanya naik kereta ekonomi itu sakit banget dipunggung dan capek di p*****t serta bosan di dalam kereta yang notabene banyak banget orang yang naik, alhasil gue cari-cari novel diperpustakaan pribadi gue yang bisa ditenteng dikereta. Pilihan gue jatuh pada bukunya tere liye yang gue sendiri bahkan lupa pernah membelinya "Negeri Para Bedebah". Tertarik dengan judul bukunya, sudah bisa menebak pasti Tere Liye sangat kritis dalam tulisannya seperti biasa. Bab pertama, masih belum tertarik dengan ceritanya. T...