Postingan

Menampilkan postingan dengan label sacred promise

SACRED PROMISE

Gambar
Part III (Kehidupan Baru) Semua tampak baik-baik saja, berjalan normal seperti hari-hari sebelumnya. Vee kembali sibuk dengan pekerjaannya, dan Ardhan menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Azi dengan baik. Meskipun masih sulit bagi Vee untuk melupakan Ardhan, tapi Vee terlihat lebih tegar dan tak mempermasalahkan keputusan Ardhan. “ehm... secret admirer tuh” Sasa tersenyum menggoda saat dilihatnya Vee terkejut dengan bucket bunga di meja kerjanya. “apaan sih..., orang iseng nih” Vee mengambil bucket bunga itu dan membuangnya ke tempat sampah. “ya Allah... Vee,,, kok lu buang sih? Sayang tauk” Sasa memungutnya kembali. “ih... murahan banget sih lu. Ambil aja kalau mau” Vee cuek dan duduk di kursinya, meletakkan tasnya lalu mulai menyalakan komputer kerjanya. Sasa yang meja kerjanya di samping Vee masih mencoba menggoda. “yakin? Siapa tahu yang ngasih ganteng” Sasa menyimpan bucket bunga lily tersebut. “ganteng atau gak, dia tuh gak gentle. Gak kasih nama gitu” Vee...

SACRED PROMISE

Gambar
Part II (Menata impian) “Vee... kau yakin tak mau datang bersama mama?” Wanita anggun dengan setelan merah maroon dan jilbab senada tampak sangat cantik meski usianya sudah tak muda. Tas tangan dengan hiasan batu sapir menambah keanggunan wanita itu. “Ma... aku belum siap. Titip salam saja buat keluarga Ardhan dan Azi, semoga mereka bahagia” Vee tampak malas-malasan. Ah, perempuan mana yang mampu menghadiri pernikahan mantan calon suaminya yang baru dua minggu lalu mereka gagal menikah. “Kalau begitu baik-baik di rumah sayang....” Mama mencium lembut kening Vee yang tengah tiduran di sofa sambil mengganti channel TV. ------------------- Tatanan ruangan yang tidak begitu luas dan megah tapi tampak sangat menyejukkan dengan warna hijau yang cantik. Tak banyak tamu undangan, tapi tetap terlihat meriah. Sebenarnya Mama Vee juga tak ingin menghadiri acara ini. Pernikahan mantan calon menantunya. Mama Vee bisa merasakan kekecewaan yang dalam. Tapi kemarahan dan kebencian tak akan ...

SACRED PROMISE

Gambar
(Part.1) Madiun,09.50 wib "ketika Tuhan berkehendak" “Maaf Vee...” Laki-laki berkemeja biru itu tampak menunduk, perempuan di depannya hanya mencoba menahan agar tak emosi. Kedua tangan perempuan itu menggenggam kuat angin diatas lututnya, menunduk. Tak ada yang bisa dia lakukan selain merelakan semuanya. “Jangan minta maaf lagi, aku mengerti. Terima kasih untuk selama ini” sret. Perempuan itu dengan sigap berdiri meninggalkan restaurant Jepang tanpa berani menatap laki-laki di depannya. Perasaannya campur aduk. Sekuat tenaga menahan isaknya, bergegas cepat ke parkir dan masuk mazda merah miliknya. Tergugu perlahan, mungkin tak akan ada orang yang memperhatikannya. Sementara itu, laki-laki yang tadi bersamanya masih termangu. Dia juga bahkan tak sanggup menatap perempuan tadi. Dia tak siap, tapi inilah pilihannya. Seminggu yang lalu, “Aku akan menikahimu” Laki-laki berkharisma itu meyakinkan seorang gadis berkerudung biru lembut. Gadis itu tampak terkejut. “tid...