Postingan

Menampilkan postingan dengan label untitled

HUKUMAN DAN HADIAH

Gambar
pic from psycholoGenie Yogyakarta, Tulisan pertama sejak aku pindah ke Jogja, Pulang ke rumah selalu menjadi impian semua orang... Alhamdulillah... Kali ini bukan ingin cerita tentang kantor baru di Jogja. Keseluruhan, aku menikmati semua waktuku di sini. Menyenangkan. Hukuman dan Hadiah. Ada hal yang sebenarnya menggelitik saraf-saraf kecil di kepalaku. Ada cara berpikir yang sering tidak kumengerti. Bagiku semua hal tidak perlu dipersulit, tapi menjadi rumit ketika pola pikir kita terbalik. Kita lebih sering memberikan hukuman atas sebuah kesalahan daripada memberikan hadiah atas sebuah prestasi. Kita dididik seperti itu sejak kecil, sehingga alam bawah sadar kita selalu terbebani untuk tidak membuat kesalahan. Jangan pernah membuat kesalahan sekecil apapun!!! kita dituntut untuk sempurna. Misalnya begini, dalam dunia kerja, ada yang namanya auditor. Auditor adalah orang yang memeriksa pekerjaan kita. Dalam satu tahun pekerjaan kita, auditor akan mencari kesalahan/...

UNTITLED

Gambar
Madiun, Dalam doaku untuk orang-orang tercinta Mengapa Tuhan mengirim kita ke dunia yang tidak sempurna? Kelaparan, bencana, perang, kejahatan. Benarkah Tuhan itu ada? Jika ada, mengapa kita masih saja menderita? Jika kita masih bertanya tentang keadilan Tuhan, dan juga ketidaksempurnaan yang diberikan kepada kita, maka hidup ini seperti sebuah mata uang, yang selalu memiliki dua sisi. Kesejahteraan, kedamaian, kebaikan, kebahagiaan. Perbedaan dan kesenjangan yang ada, membuat kita sering mempertanyakan keadilan. Mempertanyakan “mengapa”. Dari rasa lapar itu, kita dapat memahami betapa berharganya sebuah kesejahteraan, dari sebuah bencana kita dapat merasakan nikmatnya ketenangan, dari sebuah perang kita dapat bersyukur akan arti kedamaian, dari kejahatan kita bisa menghargai sebuah kebaikan. Sempurna. Siang dan malam, hujan dan kekeringan, panas dan dingin, semuanya dapat kita rasakan dan kita bisa membedakan. Apa fungsinya kita diciptakan dengan begitu banyak panca indera ...

UNTITLED

Gambar
Madiun, Mencoba menjernihkan pikiran dengan menulis... "Berapa Bu?" aku mengakhiri sarapan pagi ini dengan memberikan hak sang penjual. Si Ibu tampak lama menghitung, padahal sebenarnya untuk sepiring nasi sayur dan tempe goreng ditambah es teh tawar dan kerupuk tidaklah memerlukan terlalu banyak waktu untuk berpikir. Aku memiliki perasaan yang tidak enak melihat si Ibu tampak ragu dan lama berpikir. Mungkin karena aku seminggu ini tidak mampir ke warung beliau, jadi beliau sedang mengkalkulasi total berapa harga yang harus kubayar karena mengabaikan masakan beliau seminggu ini. "Berapa Bu?" aku mengulangi pertanyaanku lagi. Dengan wajah masih bimbang beliau menjawab lirih, sangat lirih "Dua belas ribu mbak". Ir. H Djuanda Kartawidjaja tampak melihatku lewat kacamata beliau seolah menatapku tajam sembari membaca pikiranku waktu kuserahkan ke si Ibu. Setelah seorang Dr. GSSJ Ratulangi, tiga orang Dr. KH Idham Khalid, seorang Pangeran Antasari, dan s...

UNTITLED #7

Gambar
Madiun, Suara adzan dzuhur... alhamdulillah..., Malas dan bosan... entah sampai kapan aku memeliharanya. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa kulakukan dan harus kulakukan. Ayolah Ita... mulailah melawan rasa malasmu. Malas itu tidak akan hilang tanpa kau paksa. Berhenti melakukan hal-hal tidak berguna, lihatlah meja kerjamu, lihat lemari kerjamu, banyak amanah yang belum kau selesaikan. Tak malukah kau... kau menerima hakmu, kau menghabiskan gajimu tanpa rasa bersalah sedikitpun sementara kau menelantarkan pekerjaan yang diamanahkan kepadamu. Tak malukah engkau, di luar sana banyak orang-orang yang rela menggantikan posisimu. Dimana rasa sukurmu? Dimana tanggung jawabmu? Malas itu harus dilawan. Lakukan pekerjaanmu dengan senyum terbaik, keikhlasan terbaik, rasa sukur terbaik. Bukankah kau ingin merubah dunia dengan hal-hal kecil di sekitarmu? Kenapa kau tidak mau merubah dirimu sendiri. Mulailah dari dirimu sendiri, bergeraklah. Bukankah banyak buku-buku keb...

UNTITLED #6

Gambar
"Panas... Sang surya tampak bahagia hari ini, Bersemangat menyinari bumi... Aku lelah...." Mungkin, aku hanya perlu menundukkan kepalaku sejenak. Melihat ke dalam hati apa yang telah kulalukan. Mungkin, aku hanya perlu memperlama sujudku. Mengingat-Mu yang telah begitu mencintaiku. Mungkin, aku hanya perlu duduk dan memejamkan mata sejenak. Menjernihkan pikiran dari segala kepenatan. Aku hanya lelah.... Lelah dengan semua candaan, lelah dengan semua obrolan, lelah dengan semua hal yang tak pernah kuanggap serius. Lelah dengan diriku sendiri yang tak bisa serius. Mungkin, aku tak pernah benar-benar memahami diriku sendiri. Mungkin, aku juga tak pernah memahami maksud baik mereka. Mungkin, aku hanya perlu menyendiri sejenak. Berdua dengan-Mu. Bercerita banyak hal pada-Mu. Menangis, lalu tersenyum bersama-Mu. Aku hanya perlu waktu untuk bisa kembali dekat dengan-Mu. Mungkin, aku merindukan-Mu dalam hari-hariku yang lalu. Hari saat semua candaanku selalu mengingat...

SIMPLE

Gambar
"Langkah kecil itu berjingkat Satu... dua... tiga... Berbalik, berjingkat lagi... Berhitung... Sesederhana itu...." Sudah lama tidak menulis, akhirnya memiliki waktu untuk bisa istirahat sejenak dari hiruk pikuk rutinitas. Akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016 terlalu banyak kesibukan yang menyita perhatian. Flu, demam, batuk, dan berakhir diare yang membuatku tidak masuk kantor dua hari. Sungguh tak ada nikmat dari Allah swt yang terlewatkan. Bahagia. Sesederhana itu. Akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016 yang cukup complicated. Keluh kesah, uring-uringan , lelah lahir batin, candaan menjadi cacian, senyuman menjadi satu-satunya cara menepis semua perasaan. Bahagia. Sesederhana itu. Selalu ada hal-hal yang terlewatkan ketika hati dan pikiran kita tidak dalam kondisi yang baik. Tapi selalu ada keajaiban dari setiap kejadian. Mendekatkan karakter-karakter yang berbeda, menyatukan hati-hati yang terserak, mengakrabkan hubungan lebih dari sekedar ikatan darah. B...

JUST GIVE UP

Gambar
Tika Mila, snapshot kamera kantor :D Madiun, Oh, my sleeping child the world's so wild   b ut you've built your own paradise That's one reason why I'll cover you, sleeping child MLTR-Sleeping Child  Perlukah memperjuangkan sesuatu? Selama ini kita selalu terdoktrin bahwa segala sesuatu itu harus diperjuangkan. Kita tak akan mendapatkan apa yang kita inginkan jika kita tak mau berjuang. Lalu bagaimana jika kita berusaha keras memperjuangkan sesuatu tetapi akhirnya kita tidak mendapatkannya? setidaknya kau telah berusaha yang terbaik. Anggap saja itu bukan milikmu, Allah swt pasti menggantinya dengan yang lebih baik. Lalu bagaimana jika ternyata kita tak sekuat yang kita kira? Kita tak pernah tahu mana yang milik kita dan mana yang bukan milik kita. Perasaan memiliki yang ada sering membuat kita berjuang terlalu keras untuk mendapatkannya. Jika akhirnya kita jatuh tanpa mampu memilikinya, bohong jika kita tidak kecewa. Pertanyaannya sekarang, siap...

UNTITLED #4

Gambar
pic from www.walkingmomtra.com Madiun, Let time run like his wishes... Pernahkan kau merasa begitu terperosok? Kau membutuhkan seseorang yang bisa kau jadikan tempat keluh kesahmu namun tak ada yang mau mendengar? Pernahkah kau merasa begitu putus asa? Kau tak tahu bagaimana menjalaninya dan tak ada yang mengajarimu? Aku mencoba memahami perasaan orang-orang yang pernah merasakan perasaan seperti itu. Sekeras apapun aku berusaha memahami, aku tahu aku tak akan mampu memahami mereka. Seringkali setiap ada orang yang datang padaku dengan segala keluh kesahnya, aku hanya menjawab tanpa simpati. Jawaban standar yang teorinya kuperoleh entah sejak kapan. Aku menganggap semua bisa diselesaikan dengan mudah. Kita bisa berdamai dengan hati. Tapi aku keliru. Tidak semua orang bisa berdamai dengan perasaannya. Aku yang dengan teori 'damai itu mudah' seringkali membuat orang yang datang kepadaku menganggap bahwa aku tak mengerti perasaan mereka. Ya, mereka benar. Aku tidak ...

UNTITLED #3

Gambar
pic from http://mikedempsey.typepad.com Kenapa perilaku kita harus diatur oleh orang lain? Katakanlah, kita yang biasanya begitu baik dalam bekerja, begitu ulet dan tekun dalam bekerja tiba-tiba menjadi malas, menjadi tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita hanya karena pimpinan kita ‘pilih kasih’. Katakanlah, kita yang biasanya begitu pemaaf, begitu berprasangka baik, begitu dermawan, tiba-tiba menjadi seseorang yang suka menggunjing orang lain hanya karena sikap pimpinan kita yang kita rasa terlalu menyebalkan.  Kenapa hati kita harus diatur oleh orang lain?  Sedih... entah bagaimana harus mengungkapkan hal ini. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian yang membuatku mulai kembali berfikir dan beristighfar memohon ampunan Allah swt. Rasa sedih itu muncul ketika kita tak bisa mencegah saudara kita untuk tidak terpengaruh oleh sikap orang lain. Rasa sedih itu muncul disaat melihat saudara kita tanpa mereka sadari telah menjadi sama dengan orang-orang yan...

UNTITLED

Gambar
Madiun Hot Cocoa di pagi hari.... coklat panas... pahitnya menggigit urat kantukku, manis yang ditawarkan menenangkan gelisahku... aroma khasnya menyentuh pikiranku... Selamat pagi,,,,  Uang receh... nilainya mengajariku untuk bisa bersyukur dalam kesederhanaan,,,  kerja kerasnya mengajariku untuk selalu menghargai setiap hal... ada kisah indah disetiap rupiah,,,   Uang ratusan... nominalnya mengajariku untuk tak pernah putus asa,,, ada doa dan usaha dalam setiap lembarnya... ada perjuangan dan harapan dalam setiap goresan warnanya....  pada akhirnya,,,, aku harus selalu bisa menjalankan amanah yang kuterima....

UNTITLED

Aku berjalan lambat menatap orang itu, tak ada yang istimewa, wajah dingin macam apa itu bibir terkunci mata kebencian Aku mengenalnya, barangkali... tak asing dalam ingatanku tapi siapa adakah orang seperti itu perlahan menjauh, seulas senyum terlempar aku luluh

UNTITLED

Madiun, Menjelang Makan Siang Dear Pooh, Apa yang akan aku tulis hari ini? Blank.... meski otak ini terus bekerja siang dan malam. Entah apa yang dikerjakan otak ini. Ah... menyebalkan...!!! Mungkin aku memang orang yang mampu bersikap manis dalam segala situasi..., meskipun aku bukan orang yang pintar merangkai kata untuk menyenangkan orang lain. Sedikit melenceng dari sifat asliku yang masa bodoh dan tak peduli dengan sikap sekitarku. Beberapa hari terakhir terjadi sedikit konflik di kontrakan. Konflik yang bagiku terlalu kekanak-kanakan untuk usia mereka. Dimulai jumat sore, dimana waktu paling membahagiakan bagi perantau seperti kami. Jam kantor yang berakhir jam17.00 tepat biasanya jam16.00 sudah sepi karena pegawai pulang duluan untuk persiapan packing pulang ke kampung halaman. Sayangnya, jumat itu aku tak melakukan hal yang sama. Mabok di kamar...!!!! awalnya pulang dari acara validasi di salah satu kemenag tak terasa apa-apa hingga aku duduk dan menjatuhkan kepalaku ...