baksos kantor Madiun, Sepi... Hanya irama acoustik gitar yang menambah ketenangan... Kantor sepi, hanya tersisa beberapa pegawai saja. Yups, ada pelantikan penilai hari ini di Kanwil. Mencoba menyelesaikan satu per satu pekerjaanku. Ternyata pekerjaan itu cepat selesai jika kita benar-benar mau bergerak. Pekerjaan ini tidaklah seberapa, seharusnya aku mampu lebih baik lagi, mengingat amanah yang diberikan padaku, mengingat aku tidak boleh berbuat dzolim terhadap siapapun. Beberapa hari lalu, sempat tergelitik oleh tulisan seorang temanku tentang orang baik. Siapa sebenarnya orang baik? Apakah kita orang baik? Tulisan itu cukup bagus, namun bagiku masih ada yang kurang. Jadi kurang lebih inti dari tulisan itu adalah tentang seseorang yang menolong orang lain apakah orang baik atau bukan. Terkadang orang menolong karena lebih mencari kenyamanan. Membuat dirinya sendiri nyaman, menghindari rasa bersalah jika tidak menolong, menghindari rasa tidak enak jika tidak menol...
Madiun, Istirahat siang, setelah menghabiskan satu cup ice cream... waktunya nge-blog sembari nyemil bolu kukus.... Thanks Rabb.... Pukul 08.55 Hari ini sepi, tidak banyak antrian. Aku duduk seperti biasa sembari memperhatikan sekitar. Aku sendirian, tidak seperti biasanya yang ditemani teman kongkow ke bank. Tidak banyak transaksi, hanya ada satu transaksi transfer, satu transaksi pajak, satu transaksi non pajak, dan empat pemindahbukuan. Tidak memakan waktu lama. Tidak ada yang istimewa dari sekitarku. Hanya seorang laki-laki 'cantik' yang menarik perhatianku. Lucu. Aku tersenyum sendiri, sembari mencoba memberikan prasangka yang baik. Tidak baik aku membicarakan orang yang tidak kukenal, meskipun hanya dalam hati sekalipun. Aku hanya tertarik pada tas tangannya yang eye catching . Tapi aku tidak berminat memilikinya, itu tas tangan cowok. Aku tidak tertarik. Tapi untuk laki-laki itu terlihat bagus. Selain tas tangannya, yang menarik perhatianku adalah gesture tubu...
pic by Tommy Indaryanto Madiun, Seperti laut yang terus memancarkan pesonanya... Bebas, lepas... Setiap manusia membutuhkan tempat untuk bercerita. Mengeluarkan apa yang ingin dikeluarkan. Ada beberapa orang yang mampu menyimpan perasaannya dengan sangat rapi dan tertata. Tetapi, ada juga yang tidak bisa menyimpannya, keluar begitu saja tanpa melihat situasi dan kondisi. Mengungkapkan perasaan terhadap orang lain bukanlah hal yang mudah. Mengungkapkan apa yang ada dipikiran kita dan mampu diterima dengan pemahaman yang sama oleh lawan bicara adalah hal yang perlu dilatih. Ketika orang lain mengeluarkan apa yang disebut dengan curahan hati, uneg-uneg , atau apapun namanya kita hanya harus berusaha netral. Tidak terbawa perasaan si pencurah hati. Kenapa? karena biasanya ketika seseorang mengajak kita bicara untuk menghilangkan apa yang mengganjal di kepalanya, seseorang itu terkadang dalam situasi yang tidak baik. Menndengarkan saja cukup. Redakan amarah orang tersebu...
Komentar
Posting Komentar