hoaem..., ngantuk,,, setelah semalam tidur jam 00.43 gara2 ngobrol nggak jelas sama cloud..., xixixi,,,, nggak jelas apa yang diomongin sambil tidur dipangkuan cloud, dengan posisi kepala cloud dikakiku dan kepalaku dikakinya, lah,??? bener2 kurang kerjaan..., ngakak dan segudang cerita... xixixi, aku sih yang cerita bukan dia... biz cloud nggak mw cerita sih ^^ suatu hari nanti kita pasti akan merindukan saat2 seperti ini cloud... T_T lalalalalalala..., walo ngantuk tak apa, yang penting aku dah dapet buku Ranah 3 Warna -nya A. Fuadi, buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara ..., ayaiyai.... :D fufufu..., nggak bawa si sony jadi narsis aja pake webcam si Tyrex ,,, burem 'coz mang cuma 1,3 MP. Semoga bisa sampai selesai bacanya. Padahal kemarin masih ada beberapa buku yang lom khatam, dah lama aku belinya tapi lom kebaca satupun. Gara2nya waktu itu 'gi keranjingan buku, pesen buku online bejibun ... ending -nya lom kelar kebaca semua, udah nggak mood buat baca. Sebenarnya pe...
baksos kantor Madiun, Sepi... Hanya irama acoustik gitar yang menambah ketenangan... Kantor sepi, hanya tersisa beberapa pegawai saja. Yups, ada pelantikan penilai hari ini di Kanwil. Mencoba menyelesaikan satu per satu pekerjaanku. Ternyata pekerjaan itu cepat selesai jika kita benar-benar mau bergerak. Pekerjaan ini tidaklah seberapa, seharusnya aku mampu lebih baik lagi, mengingat amanah yang diberikan padaku, mengingat aku tidak boleh berbuat dzolim terhadap siapapun. Beberapa hari lalu, sempat tergelitik oleh tulisan seorang temanku tentang orang baik. Siapa sebenarnya orang baik? Apakah kita orang baik? Tulisan itu cukup bagus, namun bagiku masih ada yang kurang. Jadi kurang lebih inti dari tulisan itu adalah tentang seseorang yang menolong orang lain apakah orang baik atau bukan. Terkadang orang menolong karena lebih mencari kenyamanan. Membuat dirinya sendiri nyaman, menghindari rasa bersalah jika tidak menolong, menghindari rasa tidak enak jika tidak menol...
Madiun, Pahit menggigit.... Tapi aku selalu menyukainya.... Dark Chocolate.... Seperti biasa, aku duduk menunggu di kursi ini. Kursi yang sama setiap harinya. Dengan hati yang sedang tidak tertata. Ada perasaan kesal, marah, dan tidak sabar. Pagi ini sedikit berantakan. Apa yang sudah kurencanakan sejak kemarin sore hanya tinggal rencana. Ada beberapa hal yang membuatku harus beradaptasi dan jalan terus. Ingin marah, tapi tak tahu siapa yang harus kumarahi. Ingin mengeluh, tapi tak tahu apa yang harus kukeluhkan. Tak ada yang perlu disalahkan, tak ada yang perlu kukeluhkan, tak ada sama sekali. Bukankah sepagi ini juga banyak pertolongan dari Allah swt untukku, melalui orang-orang yang ada sekitarku. 'fiiuuuuuh....' aku menghela nafas sejenak, menjaga hatiku agar tetap dalam kondisi yang baik. Kutatap sekelilingku. Antrian yang tidak begitu banyak sebenarnya. Lebih sepi daripada hari-hari sebelumnya. Kutatap seorang laki-laki yang duduk di kursi sebelahku. Dia dia...
Komentar
Posting Komentar