Madiun, Kembali fitri di bulan yang fitri... Yeah, I'm Safitri.... :-D Selamat hari Selasa... Masih memulihkan semangat untuk bekerja kembali setelah libur panjang. Ada banyak hal yang menyenangkan, aku kembali belajar dan belajar banyak hal. Salah satunya, bahwa kebahagiaan itu benar-benar sederhana. Ketika kita melihat orang lain menangis bahagia, aku ikut bahagia. Ketika melihat orang lain saling memaafkan atas kesalahpahaman, aku ikut bahagia. Ketika melihat orang lain menghapus prasangkanya dan berpikir positif, aku ikut bahagia. Hanya dengan melihat saja aku bahagia, bayangkan jika kita merasakan dan melakukannya sendiri betapa kebahagiaan itu akan lebih terasa. Tidak sedang ingin membahas liburanku kemarin, tapi ingin menulis gak jelas aja. Oke, kita tentu pernah berbuat kesalahan. Pasti. Karena katanya khilaf itu kodrat manusia, tapi minta maaf adalah tanggung jawab. Terlepas dari kata maaf memaafkan, aku sendiri sebenarnya lebih suka dengan memperbaikinya. K...
benteng tampak depan w/ yani Madiun, Seberapa besar kita bersyukur... Bahkan tubuh ini begitu sempurna untuk disyukuri, Terima kasih Tuhan, untuk nikmat sehat-Mu.... Juga nikmat sakit yang membuatku mengerti bahwa sehat itu indah... Alhamdulillah... Pagi ini masih diberi kesempatan kesekian kalinya untuk membuka mata. Weekend kali ini kita jalan-jalan ke Ngawi saja. Sebenarnya, berawal dari teman kuliah di Unmer Madiun ada yang mau menikah. Berhubung hari kerja tidak bisa datang ke acara resepsinya, memutuskan hari Ahad aja main ke sana. Rumahnya Magetan, tapi mampir mainnya ke Ngawi :D taman labirin w/ yani&tantri air mancur w/ me Benteng Van Den Bosch. Bisa dibayangkan seperti apa sejarah benteng ini dari namanya kan? Yups, Benteng Van Den Bosch merupakan salah satu peninggalan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi ini dibangun tahun 1839-1845 (pada pintu masuk tertul...
pic by Tommy Indaryanto Madiun, Seperti laut yang terus memancarkan pesonanya... Bebas, lepas... Setiap manusia membutuhkan tempat untuk bercerita. Mengeluarkan apa yang ingin dikeluarkan. Ada beberapa orang yang mampu menyimpan perasaannya dengan sangat rapi dan tertata. Tetapi, ada juga yang tidak bisa menyimpannya, keluar begitu saja tanpa melihat situasi dan kondisi. Mengungkapkan perasaan terhadap orang lain bukanlah hal yang mudah. Mengungkapkan apa yang ada dipikiran kita dan mampu diterima dengan pemahaman yang sama oleh lawan bicara adalah hal yang perlu dilatih. Ketika orang lain mengeluarkan apa yang disebut dengan curahan hati, uneg-uneg , atau apapun namanya kita hanya harus berusaha netral. Tidak terbawa perasaan si pencurah hati. Kenapa? karena biasanya ketika seseorang mengajak kita bicara untuk menghilangkan apa yang mengganjal di kepalanya, seseorang itu terkadang dalam situasi yang tidak baik. Menndengarkan saja cukup. Redakan amarah orang tersebu...
Komentar
Posting Komentar