Postingan

WEEK END...,

Gambar
Madiun, 13.15 wib alhamdulillah..., selesai juga sosialisasi hari ini... mw post tentang week end kemarin... ^^ yang sukses ku lalui dengan belanja dan kuliner walaupun gi bokek,,,hahhaa Sabtu, 18 Juni niat hari ini mw masuk kuliah,,, alhamdulillah terlaksana juga walaupun sepertinya ini masuk kuliah ptama sekaligus terakhirku di semester ini... hihihi,,, maklum, orang sibuk #songong. Jam1 sampai jam4 sukses ngantuk2 dengerin dosen yang sedikit galak,,, dan jangan ditanya apa yang kuperoleh dari kuliah hari ini... jam4 balik kontrakan, sholat, dan meluncur mencari pengganjal perut... kebiasaan pola makan yang tidak teratur, entah ini makan siang atau makan malam... yang pasti makan sore, hehehe... bersama mas Juki dan Sung menuju Madiun Plaza (tempat yang hampir tiap weekend selalu ku jamah). Lantai 3 foodcourt yang ada hotspotnya juga loooh.., ada lumayan menu pilihan disini mulai dari pizza, steak, bakso, soto, iga bakar, ayam goreng, bebek, hingga masakan jowo (eh sekaran...

Ge - Je

Gambar
Madiun, 14.06 wib akhirnya bisa kembali nulis di sini..., alhamdulillah... setelah hiatus cukup lama,,, banyak hal yang ingin kubagi tapi sepertinya tidak saat ini (halah)... terlalu banyak, :P cuma pengen ngoceh gak jelas aja,,, tgl 25 Mei s.d 10 Juni kemarin maen2 ke Bintaro, tepatnya ada diklat pengelolaan BMN... memberikan suasana baru dari kejenuhan rutinitas yang monoton selama di madiun. Bertemu teman baru, bertemu pengalaman baru, dan pastinya bertemu ilmu baru. selama di bintaro untungnya ada temen yang bersedia buat jadi guide keliling jakarta - bintaro,,, soal jalan2nya kemana saja... sepertinya gak bisa di post karena memang tak ada pic, padahal bawa si Sony tapi gak difungsikan sama sekali... hehehe,,, yang pasti kalau masalah hiburan dan tempat belanja memang jakarta gak bakal mati gaya,:P dan akhirnya belum sempat pulang ke rumah jenguk bunda tercinta, dan si kecil kiki... ah, bentar lagi kau sudah masuk TK adek kecilku,... semoga kau bisa membanggakan kami s...

HATI SELUAS SAMUDERA #6

Gambar
Madiun 11 Mei 2011, 09.54 wib perempuan tua yang terbujur lemas di kamar ini tampak sangat teduh. Wajahnya penuh keriput, dialah ibuku yang telah berjuang keras demi anak-anaknya. Laki-laki tua di sampingnya tampak dengan bebas menyulut lintingan nya. Dialah ayahku, laki-laki yang hanya tahu untuk makan tanpa pernah memikirkan kehidupan anak-anaknya. "pak, maaf... ini rumah sakit, kalau mau merokok di luar saja" aku berujar dengan sangat sopan. Bagaimanapun juga dia orang yang harus kuhormati dan tempat ku berbakti, meskipun aku tahu dia tak menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah dengan baik. Laki-laki itu beranjak dari duduknya sambil bergumam tak senang. Aku hanya mencoba sabar. "istrimu mana Le ,?" ibu yang tampak lemah tiba-tiba bertanya. "Asih baru nyuci baju di kamar mandi bu.." aku menjelaskan. Ah, istriku itu... dia sangat sabar dan telaten merawat ibuku selama sakit, pakaian kotor dan bau pesing tak pernah dia keluhkan. Aku be...

HATI SELUAS SAMUDERA #5

Gambar
Madiun, 04 Mei 2011, 10.25 wib "berikan hak kami" "kami ingin kepemimpinan yang transparan" "no kkn, basmi tikus-tikus kampus" Aku menatap keluar jendela dari ruangan dingin yang sekarang tak lagi memberikan kesejukan. Keringatku keluar, aku sendiri tak tahu harus bagaimana. Aku beranjak duduk di kursi empuk yang selalu menjadi kebanggaanku sebelum dua hari lalu. Kuusap peluh di dahiku yang seolah tak ingin membuatku tenang. Banner, suara-suara, juga orasi dari ratusan mahasiswa di bawah membuatku teringat akan masa mudaku. Ah, waktu itu aku merasa sangat gagah dan sangat pahlawan. Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya berada dikursi ini, waktu itu yang kutahu aku adalah pembela hak-hak kaum teraniaya. 20tahun lalu, saat aku masih duduk di semester enam fakultas hukum universitas ini. Mahasiswa hukum yang kritis dan selalu membela rakyat kampus. 20tahun lalu, Aku dan teman-temanku sepakat mengadakan demonstrasi hari itu. Menuntut mundurnya sang Re...

HATI SELUAS SAMUDERA #4

Gambar
Madiun, 02 Mei 2011, 8.58 wib Aku sedikit panik ketika pagi itu Reva mengantarku pulang, pasalnya banyak orang berkerumun di depan rumah. Tentu saja aku mengkhawatirkan ibu, aku tahu akhir-akhir ini kesehatan ibu kurang baik. Aku sudah mengajaknya berobat ke dokter, tapi masih belum sembuh juga. Reva yang mengantarku juga tampak sedikit heran dengan kerumunan orang-orang itu. "rumahmu ada apa Ning?" "entahlah, kuharap tak ada sesuatu yang buruk. Thanks ya udah nganterin" Aku turun dari mobil Reva dan bergegas menuju rumah. Aku menerobos kerumunan orang-orang dan mencoba menemukan ibu. Alhamdulillah, aku mengucap sukur lega saat kulihat ibu baik-baik saja. Ibu di dampingi Pak RT ada di depan rumah, aku tak begitu tahu ada apa tapi yang kutahu kerumunan itu bubar setelah Pak RT menyuruh mereka bubar. Ibu batuk-batuk, dan aku menuntun beliau masuk ke dalam. Pak RT kupersilahkan masuk, hari masih terlalu pagi, bahkan adzan subuh juga belum terdengar, kulihat arl...

ROYAL WEDDING ^^

Gambar
Just For U, My Beloved Friend... "Just wanna say happy married, i hope u always happy with ur life" 4tahun lalu, pertemuan yang tak terduga, dan lagi-lagi karena keadaan..., Tuhan selalu mampu menggoreskan tinta indahnya di buku takdir kita sahabatku... Kalau kau masih ingat, kau adalah sahabat pertama yang kutemui dikampus itu... pertemuan yang tak sengaja, di kedai soto sederhana..., kau bersama ayahmu dan aku juga... ah,,, betapa kita selalu dekat dengan ayah-ayah kita kawan... kalau kau masih ingat, tanpa sengaja kita adalah tetangga kamar... satu atap rumah, dan hanya ada kamar kita diseberang kiri tangga,,, kita bersahabat,... lagi-lagi persahabatan tanpa kata,,, satu tahun kita lewati bersama..., banyak hal yang kita rasakan... kalau kau masih ingat, aku pernah membuatmu menangis... sungguh, waktu itu aku benar2 tak bisa mengendalikan hati,,, dan kalau kau mau tahu,,, aku tak pernah bermaksud begitu... aku minta maaf,,, satu tahun kita lewati... banyak perbedaan di ant...

HATI SELUAS SAMUDERA #3

Gambar
Madiun, 8.33 wib 27 April 2011 Sore itu seperti biasa ayah menjemputku dari madrasah dengan sepedanya. Setiap hari rabu dan kamis aku memang sekolah sore di madrasah untuk belajar mengaji. Jarak madrasah dari rumah sekitar 1km melewati pematang sawah yang tampak hijau seperti lapangan bola ketika ditanami padi, dan aku sangat suka sekali melihatnya seolah ingin bermain diatas padi-padi yang belum menguning itu. Sore itu guru kelasku belum juga menutup kelas padahal jam sudah menunjukkan pukul 5sore, aku dah celingak-celinguk melihat keluar kelas apakah ayahku sudah datang menjemput,? ku lihat banyak orang tua yang juga menunggu anaknya di pinggir jalan. Madrasah tempat ku belajar mengaji ini sangat sederhana, tidak seperti kelas-kelas sekolahan pada umumnya. Hanya sebuah aula besar yang biasa disebut pendopo dengan sekat-sekat anyaman bambu untuk membagi kelasnya. Ada 4 kelas di sini, kelas Diniyah yang isinya anak-anak yang sudah lancar membaca al-qur'an, kelas Abdullah yang...