Postingan

UNTITLED

Gambar
Madiun, Dalam doaku untuk orang-orang tercinta Mengapa Tuhan mengirim kita ke dunia yang tidak sempurna? Kelaparan, bencana, perang, kejahatan. Benarkah Tuhan itu ada? Jika ada, mengapa kita masih saja menderita? Jika kita masih bertanya tentang keadilan Tuhan, dan juga ketidaksempurnaan yang diberikan kepada kita, maka hidup ini seperti sebuah mata uang, yang selalu memiliki dua sisi. Kesejahteraan, kedamaian, kebaikan, kebahagiaan. Perbedaan dan kesenjangan yang ada, membuat kita sering mempertanyakan keadilan. Mempertanyakan “mengapa”. Dari rasa lapar itu, kita dapat memahami betapa berharganya sebuah kesejahteraan, dari sebuah bencana kita dapat merasakan nikmatnya ketenangan, dari sebuah perang kita dapat bersyukur akan arti kedamaian, dari kejahatan kita bisa menghargai sebuah kebaikan. Sempurna. Siang dan malam, hujan dan kekeringan, panas dan dingin, semuanya dapat kita rasakan dan kita bisa membedakan. Apa fungsinya kita diciptakan dengan begitu banyak panca indera ...

UNTITLED

Gambar
Madiun, Mencoba menjernihkan pikiran dengan menulis... "Berapa Bu?" aku mengakhiri sarapan pagi ini dengan memberikan hak sang penjual. Si Ibu tampak lama menghitung, padahal sebenarnya untuk sepiring nasi sayur dan tempe goreng ditambah es teh tawar dan kerupuk tidaklah memerlukan terlalu banyak waktu untuk berpikir. Aku memiliki perasaan yang tidak enak melihat si Ibu tampak ragu dan lama berpikir. Mungkin karena aku seminggu ini tidak mampir ke warung beliau, jadi beliau sedang mengkalkulasi total berapa harga yang harus kubayar karena mengabaikan masakan beliau seminggu ini. "Berapa Bu?" aku mengulangi pertanyaanku lagi. Dengan wajah masih bimbang beliau menjawab lirih, sangat lirih "Dua belas ribu mbak". Ir. H Djuanda Kartawidjaja tampak melihatku lewat kacamata beliau seolah menatapku tajam sembari membaca pikiranku waktu kuserahkan ke si Ibu. Setelah seorang Dr. GSSJ Ratulangi, tiga orang Dr. KH Idham Khalid, seorang Pangeran Antasari, dan s...

INTROVER

Gambar
Madiun, Aku tidak menyukai kesendirian, tapi aku menyukai ketenangan.... Introver , sebuah novel penggugat jiwa karya M.F Hazim , cetakan pertama Februari 2017, Alvabet . Buku dengan tebal 265 halaman ini cukup menarik perhatianku. Sebuah novel yang disuguhkan dengan cara berbeda. Sudut pandang orang pertama yang digunakan sang penulis mampu membuatku terbawa ke dalam dunia seorang introvert murni. Nawawi, seorang siswa SMA yang selalu duduk di pojok belakang kelas. Teman. Bagi remaja kebanyakan, mencari teman bukanlah sesuatu yang sulit. Di sekolah misalnya, kita bisa dengan mudah mendapatkan teman. Tetapi berbeda dengan Nawawi. Baginya, teman adalah sesuatu yang langka. Apa itu teman? Bahkan Nawawi yang kutu buku masih harus mencari banyak literatur untuk menjawab pertanyaan itu. Dia hanya tahu bahwa dia nyaman dengan dirinya sendiri. Tidak ada yang salah dengan tidak memiliki teman. Namun, dalam hati terdalam Nawawi juga ingin terlihat 'normal' seperti kebanyakan re...

BERGURU KEIKHLASAN

Gambar
gambar dari sini Madiun, Menyambut bulan Dzulhijah... (Copas dari grup whatsapp) Siti Hajar sempat bertanya yang sedikit bernada protes. Mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak bertuan. Seperti jamaknya dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberinya putra. Hajar mengejar Ibrahim AS, suaminya, dan menyeru dengan suara agak keras :  "Mengapa engkau meninggalkan kami disini, di sebuah tempat yang tidak ada orang bahkan tidak apa² ?" Ibrahim AS terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran. Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, "Apakah ini Perintah Allah Tuhanmu ?" Kali ini Ibrahim AS, Sang Khalilulloh, berhenti melangkah....

ANAK RANTAU

Gambar
Merdekakan jiwa, merdekakan pikiran, dari penjajahan pribadi yang kita buat sendiri-sendiri dari amarah dan dendam maafkan, maafkan, maafkan lalu mungkin lupakan -Pandeka Luko- (Anak Rantau Hal. 263) Kali ini ingin sedikit membahas salah satu novel yang baru saja selesai kubaca. Anak Rantau karya A. Fuadi . Kenapa anak rantau? kenapa bukan novel yang lain? Alasannya sederhana, novel ini baru saja selesai kubaca jadi masih sedikit segar diingatan xD A. Fuadi, tentu sudah tidak asing lagi, penulis trilogi negeri 5 menara ini memang sangat sukses dengan karya-karya sebelumnya. Kali ini, A. Fuadi mengajak kita untuk kembali ke kampung halaman dengan buku setebal 370 halaman. Tidak terlalu tebal sebenarnya, namun harganya cukup fantastis. Buku terbitan Falcon publishing ini dibanderol dengan harga Rp90ribu (tanpa diskon). Alhamdulillah, aku dapat buku ini dengan harga yang lebih murah Rp72ribu dari seorang teman kantor yang sudah pre order sebelumnya ditambah tanda tangan pe...

DELIA

Gambar
Madiun, Mencuri waktu di kantor... Maaf... "Aku akan sangat merindukanmu" aku memeluk Delia erat. Satu per satu teman-temanku juga melakukan hal yang sama. Delia tampak tersenyum, meskipun matanya berkaca-kaca. Hari ini adalah hari terakhir Delia di kantor. Delia memutuskan untuk resign . Keputusan yang bagiku sangat luar biasa. Sebelumnya, Delia sudah membicarakan hal ini denganku. Meskipun aku mendukung keputusannya, aku sendiri tidak yakin kalau aku bisa melakukan hal yang sama. Pada dasarnya, teori dan praktik tidaklah semudah kedengarannya. Siang itu, setelah makan siang, aku dan Delia bicara serius. Delia memberitahuku tentang keputusan untuk keluar dari pekerjaannya, dan kembali ke kampung halaman suaminya. Aku cukup terkejut, karir Delia cukup bagus. Suaminya juga memiliki pekerjaan yang diidamkan banyak orang. Bisa kubilang, kehidupan Delia dan suaminya adalah kehidupan yang menjanjikan. Kenapa mereka memilih untuk keluar dari pekerjaan mereka? Dan alasan...

SKSD

Gambar
Madiun, Diantara suara berisik AC yang hidup segan mati tak mau dan  ruangan yang sepi karena teman kerja sedang ada kesibukan di luar kantor SKSD, ini bukan nama girlband korea yang banyak digandrungi laki-laki maupun perempuan (itu SNSD woi XD), ini adalah tentang akronim 'Sok Kenal Sok Dekat'. Apa yang kalian lakukan jika kalian ingin berkomunikasi dengan seseorang tetapi tidak begitu kenal dengan orang tersebut? Biasanya aku akan mencari informasi lebih dahulu tentang orang tersebut sebelum berkomunikasi. Misalnya, bertanya pada orang yang mengenalnya terlebih dahulu, siapa namanya, apabila aku menyapa lewat chatt atau sms bagaimana penulisan namanya, selain itu aku akan mencari informasi apakah sebutan yang harus kugunakan, bapak, ibu, mas, mbak, kakak, adik, saudara, saudari, dan sebagainya. Terlihat sepele , tetapi bagiku dalam melakukan komunikasi dengan orang lain, mengetahui siapa lawan bicara kita adalah hal dasar pertama yang harus kuketahui. Aku akan mera...